TIKTOK DAN KELUHURAN MARTABAT WANITA

TIKTOK DAN KELUHURAN MARTABAT WANITA

Oleh : Mega Maharani Tasar, Baros – Cianjur.

Di masa pandemi covid 19 seperti saat ini setiap orang dianjurkan untuk membatasi aktivitas di luar rumah guna memutus penyebaran virus Covid 19. Karenanya banyak orang yang menjadikan media sosial sebagai pelarian atau untuk mengisi waktu agar tidak bosan selama stay at home, semisal instagram, facebook, twitter dan lain sebagainya.

Bahkan masyarakat mulai banyak berkreasi di dalam dunia maya seperti membuat konten hiburan, hingga menggunakan sosial media sebagai tempat curhat tentang kehidupan sehari-hari. Hal ini seakan-akan membuat sosial media sebagai tempat yang bebas untuk mengekspresikan diri tanpa batasan. Salah Satu platform yang sangat mendukung hal tersebut ialah aplikasi Tik-tok.

Tik-tok merupakan aplikasi penyunting gambar berskala kecil dan juga membuat para penggunanya memiliki identitas tersendiri dan juga bisa saling menampilkan hasil dalam bentuk audio visual. Tik-tok membuat ruang maya memungkinkan bagi penggunanya dapat saling berinteraksi dan melakukan perputaran informasi atau bahkan mengekspornya sejauh mungkin.

Ruang maya dalam Tik-tok diciptakan dari proses komunikasi berupa interaksi satu arah dari kreator maupun audiens. Pola komunikasi dalam Tik-tok dibuat dalam bentuk konten-konten dalam format video itulah yang dibuat oleh para kreator lalu kemudian di saksikan oleh audiens. Karena itu tercipta komunikasi dua arah dalam kolom komentar sebagai feedback secara langsung dan bersifat umum

Namun sayangnya aplikasi ini banyak disalah gunakan oleh sebagian orang untuk melakukan hal-hal negatif walaupun sebenarnya banyak juga para Tik-tokers atau sebutan untuk para pengguna Tik-tok menampilkan hal-hal positive contohnya video tentang tutorial memasak atau lain sebagainya, tapi banyak juga dari penggunanya yang hanya untuk senang-senang menari dan bernyanyi tentang hal-hal yang sedang viral saat ini dan hal ini tidak hanya di lakukan oleh para remaja namun juga kalangan ibu-ibu bahkan anak kecil sekalipun.

Mirisnya kebanyakan dari video Tik-tok yang menjadi viral adalah video perempuan bernyanyi dan menari dengan melanggak lenggokan tubuhnya dan memperlihatkan auratnya tanpa menghiraukan bahwa semua yang ada pada seorang wanita merupakan aurat yang harusnya di jaga dan ditutupi, bahkan demam Tik-tok ini juga dilakukan oleh para wanita muslim yang berjilbab, mereka seolah-olah lupa dengan dirinya yang seorang muslim dan wajib untuk menutup auratnya dan tidak berlenggak lenggok di depan orang lain bahkan berjuta-juta orang yang bisa melihat videonya.

Sebagaimana firman Allah di dalam Al-Quran di katakan bahwa:

“Dan katakanlah kepada orang-orang mukmin perempuan, hendaknya mereka pun merundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan kecantikannya, kecuali apa yang dengan sendirinya nampak dari-nya, dan hendaknya mereka mengenakan kudungan hingga menutupi dadanya, dan janganlah mereka menampakkan kecantikannya, kecuali kepada suami mereka, atau kepada bapaknya, mertuanya, anak lelakinya, atau anak lelaki suaminya, saudara laki-lakinya, keponakan dari saudara lelakinya, atau keponakan saudara perempuannya, atau teman-temannya yang perempuan, apa yang dimiliki oleh tangan kanannya, pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan terhadap perempuan, atau anak-anak yang belum mengetahui tentang aurat-aurat perempuan. Dan janganlah mereka itu menghentakkan kaki mereka, sehingga dapat diketahui apa yang mereka sembunyikan dari perhiasan mereka. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman! Supaya kamu memperoleh kejayaan.” (An-Nur:31)

Dari ayat di atas jelas bahwa Allah melarang seorang perempuan menari sambil menghentak-hentakkan kaki apalagi sampai terbukanya aurat seorang wanita. Karena batas aurat bagi wanita yang wajib ditutupi ialah seluruh tubuh wanita kecuali wajah dn kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan. ini berdasarkan Hadist Nabi Saw yang di riwayatkan oleh Abu Dawud dari Aisyah

“Hai Asmaa! Sesungguhnya perempuan itu apabila ia telah dewasa! Sampai umur, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini. Rasulullah Saw berkata sambil menunjuk muka dan kedua telapak tangan hingga pergelangan tangannya sendiri.”

Berkenaan fenomena Tik-tok yang sudah merebak ini Hadzrat Khalifatul Masih V, Mirza Masroor Ahmad Aba dalam suratnya yang di tujukkan kepada Sadr Lajnah Imaillah Canada tanggal 3 April 2019. Memberikan panduan mengenai bahayanya menggunakan aplikasi Tik-tok bahwa:

“Penggunaan aplikasi semacam itu tidak layak dilakukan oleh para perempuan-perempuan Ahmadi dan bertentangan dengan martabat mereka.”

Dari sabda Huzur ABA di atas jelaslah sudah bahwa kita sebagai Muslimah, terlebih sebagai seorang wanita Ahmadi patut menjaga diri dan tidak terlibat dalam hal sia-sia lagi merugikan seperti itu. Bijaklah dalam menyikapi kemodernan dan isilah kekosongan waktu yang ada dengan hal-hal yang lebih bermanfaat, lagi membuahkan ridho Allah Swt.

3 thoughts on “TIKTOK DAN KELUHURAN MARTABAT WANITA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *