PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA SEDINI MUNGKIN

PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA SEDINI MUNGKIN

Oleh: Sriwahyuni (Samarinda, Kalimantan Timur)

Pendidikan diartikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau untuk kemajuan lebih baik. Secara sederhana, pengertian pendidikan adalah proses pembelajaran bagi peserta didik untuk dapat mengerti, paham dan membuat manusia lebih kritis dalam berpikir.

Pendidikan juga berarti usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. (teks.co.id)

Untuk mengembangkan kekuatan moral dan spiritual diperlukan pendidikan agama yang dalam istilah bahasa Arab dikenal dengan tarbiyyah. Dan, Tarbiyyah ini sejatinya dimulai sedini mungkin, yakni sedari bayi masih di dalam kandungan ibunya. Orang tua memiliki tanggung jawab dan peran yang penting dalam memberi tarbiyah kepada keturunannya. Orang tua harus menyadari tanggung jawab ini dengan sebaik mungkin dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam tarbiyyah kepada keturunannya sedari kecil. Hal ini bertujuan agar anak-anak mulai terbiasa sejak dini dan mulai mengenal agamanya sendiri yakni Agama Islam, dan memiliki kecintaan terhadap jemaat Allah taala dan kelak pendidikan tersebut bisa menjadi bekal di kehidupan mendatang.

Cara yang mampu dilakukan oleh orang tua dan orang-orang disekitarnya untuk mendidik dan mengajarkan anak-anak tersebut tentang agama adalah dengan cara mengajarkan dasar-dasar ajaran agama itu sendiri, menanamkan akhlak fadillah dalam diri mereka, mengenal Allah Subhananahu wa Ta’ala, mengenalkan keenam rukum Iman dan juga kelima rukun Islam, mengajarkan bagaimana cara beribadah seperti shalat, mengaji Al-Qur’an, berpuasa, dan bersedekah. Mengenalkan Nizam Jemaat Allah Taala. mendidik anak-anak untuk berperilaku dan berakhlaq yang baik yakni melalui metode pelatihan, pembiasaan, permainan, menceritakan kisah-kisah, dan memberikan pujian atau hadiah kepada mereka jika mereka mampu berbuat baik kepada sesamanya.Tidak membiarkan atau justru mengikuti sesuatu yang mereka inginkan hanya dengan berdalih kasihan mereka masih kecil atau bla bla.

Perlu dicatat dan diperhatikan terkhusus untuk kita seorang ibu untuk menjadikan PR yang sangat berat buat kita semua agar anak anak kita bisa berjalan di koridor yang tepat untuk menaungi dunia yang fana dan kejam agar mereka tidak terjerumus ke jurang yang gelap serta bisa selamat dunia akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *